Silaturahmi dan Halal Bihalal Menguatkan Umat: Penutupan Wakaf Masjid Baitul Mu’minin Denpasar Capai Miliaran Rupiah
Silaturahmi
dan Halal Bihalal Menguatkan Umat: Penutupan Wakaf Masjid Baitul Mu’minin
Denpasar Capai Miliaran Rupiah
Denpasar,
Bali — Semangat
kebersamaan dan syukur menyatu dalam satu momentum besar di lingkungan Yayasan
Baitul Mu'miniin BKDI Bali. Kegiatan silaturahmi dan halal bihalal yang
dirangkaikan dengan penutupan penggalangan dana wakaf menjadi penanda
keberhasilan umat dalam mewujudkan cita-cita besar: pembebasan lahan untuk
pengembangan masjid.
What (Apa yang Terjadi)
Acara ini
merupakan tasyakuran penutupan wakaf sekaligus silaturahmi dan halal
bihalal jamaah, yang menandai berakhirnya proses penggalangan dana untuk
pembelian lahan Mushola Baitul Mu’minin. Dana yang berhasil dihimpun mencapai
kisaran Rp2,35 hingga Rp2,6 miliar, sebuah capaian yang lahir dari
kekuatan kolektif umat.
Who (Siapa yang Terlibat)
Kegiatan
ini dihadiri oleh jajaran pengurus yayasan, jamaah, para donatur dari Bali dan
luar daerah, tokoh masyarakat, serta perwakilan lembaga kemasjidan. Di
antaranya hadir Agung Rizak Sony, Mulyono, serta H. Mardi Soemitro yang
memberikan pandangan strategis terkait pengelolaan masjid ke depan.
When (Kapan Dilaksanakan)
Acara
berlangsung pada Jumat malam, 1 Mei 2026, selepas salat Isya berjamaah,
dalam suasana hangat penuh kekeluargaan.
Where (Di Mana Lokasi Kegiatan)
Bertempat
di ruang utama Masjid Baitul Mu’minin, kawasan Denpasar, Bali—sebuah titik
tumbuhnya aktivitas dakwah dan pemberdayaan umat di tengah masyarakat yang
majemuk.
Why (Mengapa Kegiatan Ini Penting)
Kegiatan
ini menjadi penting karena tidak hanya menutup proses penggalangan dana, tetapi
juga menegaskan nilai kebersamaan, keikhlasan, dan kekuatan umat dalam
menghadapi keterbatasan. Awalnya, kebutuhan lahan muncul dari persoalan
mendasar: keterbatasan area parkir yang berstatus pinjam pakai. Dari kondisi
tanpa dana, jamaah bergerak dengan keyakinan bahwa ikhtiar di jalan Allah akan
menemukan jalannya.
“Dari nol
rupiah hingga miliaran, ini adalah bukti kekuatan kebersamaan umat,” ungkap Agung Rizak Sony.
How (Bagaimana Prosesnya)
Penggalangan
dana berlangsung selama kurang lebih satu tahun sejak Februari 2025,
melalui berbagai metode—baik offline maupun digital. Media sosial seperti
TikTok, Instagram, dan Facebook dimanfaatkan untuk menjangkau donatur lebih
luas. Skema donasi juga dibuat variatif, mulai dari ratusan ribu hingga puluhan
juta rupiah.
Setiap
termin pembayaran menjadi ujian tersendiri. Namun dengan doa, sinergi, dan
dukungan lintas daerah—terutama dari Jawa—seluruh target akhirnya terpenuhi.
Lebih dari Sekadar Wakaf
Dalam
tausiah yang disampaikan Ustadz Nur Asyur, ditegaskan bahwa wakaf adalah bagian
dari amal jariyah yang akan terus mengalir.
Sementara
itu, Jayat Jidur Asyur mengingatkan pentingnya menghadirkan wajah Islam yang
membawa rahmat bagi seluruh alam.
“Islam
harus menjadi sumber kedamaian, bukan ancaman. Kehadiran kita harus memberi
manfaat bagi semua,” ujarnya.
Masjid sebagai Pusat Peradaban
Pandangan
strategis disampaikan oleh H. Mardi Soemitro, yang menegaskan bahwa masjid
harus bertransformasi.
“Masjid
tidak hanya untuk ibadah, tapi harus menjadi pusat aktivitas umat—sosial,
ekonomi, dan pendidikan,” tegasnya.
Ia juga
menyoroti pentingnya empat pilar pengelolaan masjid modern: profesionalitas
manajemen, penguatan ekonomi umat, kepedulian lingkungan, dan digitalisasi.
Harmoni dalam Keberagaman
Di tengah
konteks Bali sebagai wilayah plural, Mushola Baitul Mu’minin tampil sebagai
simbol harmoni. Pengurus aktif melibatkan tokoh adat, masyarakat lokal, dan
pemerintah dalam setiap kegiatan.
Nilai menyama
braya—hidup berdampingan dalam persaudaraan—menjadi ruh yang menyatukan.
Penutup: Dari Syukur Menuju Masa Depan
Silaturahmi
dan halal bihalal malam itu bukan sekadar pertemuan, melainkan pengikat hati
dan penguat visi. Dari mushola yang dahulu sederhana, kini tumbuh harapan besar
untuk membangun pusat peradaban umat.
Lahan yang
telah terbebaskan akan menjadi fondasi bagi berbagai program ke depan: dari
fasilitas ibadah, pendidikan, hingga pemberdayaan ekonomi.
Dan di atas
semua itu, terpatri satu keyakinan:
bahwa
ketika umat bersatu, berikhtiar, dan bersandar kepada Allah, maka yang mustahil
pun menjadi nyata.
(Laporan: Suara Umat.id | Denpasar, Bali) ( AMBAR & ALIT)



