Silaturahmi Membangun Bali Harmoni: Halal Bihalal MUI Provinsi Bali Bersama Gubernur dan Wakil Gubernur, Perkuat Sinergi Menuju Nangun Kerthi Loka Bali
Silaturahmi Membangun Bali Harmoni: Halal Bihalal MUI Provinsi Bali Bersama Gubernur dan Wakil Gubernur, Perkuat Sinergi Menuju Nangun Kerthi Loka Bali
Denpasar, 20 Syawal 1446 H / 19 April 2025 — Hotel Harris, Cokroaminoto, Denpasar
Udara hangat Denpasar pagi itu tak menghalangi semangat ratusan tokoh umat Islam dari seluruh penjuru Bali untuk berkumpul dalam rangka Halal Bihalal Majelis Ulama Indonesia (MUI) Provinsi Bali. Bertempat di Ballroom Hotel Harris, Cokroaminoto, Denpasar, acara yang berlangsung pada Sabtu, 19 April 2025 ini menjadi ajang silaturahmi dan koordinasi strategis antara MUI, ormas-ormas Islam, dan Pemerintah Provinsi Bali dalam rangka mewujudkan visi luhur “Nangun Kerthi Loka Bali”.
Dihadiri Ratusan Tokoh Umat dan 51 Ormas Islam
Kegiatan ini dihadiri oleh lebih dari 350 peserta yang terdiri dari para tokoh ulama, pimpinan ormas Islam, akademisi, tokoh perempuan, dan generasi muda Muslim Bali. Sebanyak 51 organisasi masyarakat Islam tercatat ambil bagian, menjadikan forum ini sebagai refleksi kekuatan ukhuwah Islamiyah di Pulau Dewata.
Pembuka Penuh Kesan: Musik Islami, Tilawah dan Tausiah Inspiratif
Meski acara resmi dijadwalkan mulai pukul 10.00 WITA, kedatangan Gubernur Bali Dr. Ir. Wayan Koster, M.M., dan Wakil Gubernur I Nyoman Giri Prasta, S.Sos. tertunda hingga pukul 12.00 WITA karena keterlibatan mereka dalam agenda kenegaraan di Kabupaten Gianyar.
Agar suasana tetap hidup dan penuh makna, panitia menyajikan hiburan musik Islami sebagai pembuka. Irama gambus dan qasidah modern membangkitkan semangat kebersamaan dan suasana penuh kedamaian.
Setelah itu, acara dilanjutkan dengan pembacaan ayat suci Al-Qur’an dan saritilawah yang menyejukkan hati. Menyambung spiritualitas tersebut, hadir Drs. H. Kt. Imaduddin Jamal, S.H., M.M., Ketua Pengadilan Tinggi Agama Bali, menyampaikan tausiah kebangsaan yang menggugah kesadaran kolektif peserta, khususnya tentang peran sentral wanita sebagai tulang punggung keluarga dan negara. Beliau juga menyinggung bahwa mayoritas kasus yang beliau tangani dalam lembaga peradilan adalah konflik rumah tangga—menandakan pentingnya pembinaan akhlak dan spiritualitas sejak dalam rumah.
Kehadiran Gubernur dan Wakil Gubernur: Momen Puncak Pemersatu
Tepat pukul 12.00 WITA, Gubernur dan Wakil Gubernur tiba di lokasi. Suasana langsung bergeser ke tahap seremoni formal yang dibuka dengan menyanyikan Lagu Kebangsaan Indonesia Raya 3 stanza—sebagaimana diatur dalam Peraturan Gubernur Bali. Lagu ini dinyanyikan dengan khidmat, menggetarkan ruangan, dan menghadirkan semangat kebangsaan yang kuat di tengah perbedaan keyakinan dan latar belakang peserta.
Sambutan Para Tokoh: Sinergi untuk Bali Harmoni
Acara dilanjutkan dengan sambutan Ketua Panitia, yang menekankan pentingnya Halal Bihalal sebagai forum aktualisasi nilai Islam yang rahmatan lil ‘alamin dalam bingkai kebangsaan.
Kemudian, Ketua MUI Provinsi Bali, Drs. H. Machrusun, M.Pd.I., menyampaikan sambutan yang menegaskan peran strategis MUI sebagai jembatan antara umat dan pemerintah, serta mitra aktif dalam membangun kehidupan sosial yang harmonis. Beliau menekankan pentingnya MUI dalam memberi fatwa, membina umat, menjaga toleransi, serta menjadi penjaga nilai-nilai moral dan akhlak di tengah masyarakat.
Gubernur Wayan Koster dalam sambutannya menyampaikan berbagai agenda strategis yang tengah dihadapi Provinsi Bali, seperti penanganan kemacetan, pengelolaan sampah terpadu, serta upaya serius pemerintah menertibkan perilaku menyimpang sejumlah Warga Negara Asing (WNA) di Bali. Ia mengapresiasi peran aktif umat Islam di Bali dalam menjaga stabilitas sosial dan mendukung program-program pembangunan daerah.
“Saya percaya bahwa umat Islam di Bali adalah bagian penting dalam menjaga keharmonisan dan kelestarian budaya serta spiritualitas Bali. Kita tidak bisa membangun Bali sendiri, kita harus bersama-sama,” ujar beliau dengan penuh semangat.
Penutup yang Penuh Makna dan Kebersamaan
Sebelum makan siang, seluruh peserta melakukan salam-salaman sebagai simbol Halal Bihalal, menciptakan nuansa kekeluargaan yang sangat kental. Momen ini terasa hangat dan penuh makna, memperlihatkan wajah Islam yang damai dan bersahabat.
Acara kemudian ditutup dengan doa penyejuk jiwa yang dipimpin oleh Ustadz Saifudin, dan dilanjutkan dengan jamuan makan siang bersama, serta sesi foto bersama seluruh peserta dan jajaran pemerintah.
Menjadi Jejak Harmoni di Bali
Kegiatan ini bukan hanya sekadar rutinitas tahunan, melainkan menjadi landasan moral dan spiritual untuk membangun Bali yang inklusif dan berkemajuan. Dengan semangat Nangun Kerthi Loka Bali, MUI dan Pemerintah Provinsi Bali bersama seluruh elemen masyarakat Islam memperlihatkan komitmen nyata untuk terus menjaga keberagaman dalam harmoni.
Semoga kegiatan ini menjadi energi positif yang memperkuat persaudaraan dan menebarkan kedamaian, dari Bali untuk Indonesia, dan dari Indonesia untuk dunia.



