Subak Jati Luwih - Tabanan Sebagai Warisan Budaya Dunia
SUARA UMAT - Pada tanggal 29 Juni 2012, akhirnya UNESCO memutuskan dan menetapkan Subak Jati Luwih - Tabanan sebagai salah satu Warisan Budaya Dunia.
Subak merupakan sistem irigasi tradisional yang ada di Bali. Desa Jati Luwih termasuk wilayah kabupaten Tabanan, berada pada ketinggian sekitar 600- 700 meter di atas permukaan air laut. Berhawa sejuk dan memiliki hamparan sawah yg luas dengan topografi yg berbukit- bukit, membentuk panorama yg elok. Tangan - tangan terampil yg didasari naluri seni, turut menambah keelokan alam Jati Luwih yg sudah elok.
Petakan- petakan sawah terasering yg berundag- indah di buat oleh para petani, melingkari lambung bukit dari bawah hingga puncaknya bagaikan ukiran alam yg mempesona. Petak sawah yg dibuat melongkarvitu dibentuk seirana dengan lengkungan dan liukan bukit, sehingga tampak estetik. Manakala musim mengolah tanah di sawah tiba, ratusan bahkan ribuan burung blekok berdatangan.
Burung jangkung, berparuh panjang dan berbulu putih itu berdiri, berderet di pematang, mengamati petani yg tengah membajak sawah. Mana kala muncul belut, cacing atau ikan wader di tanah yg terbalik oleh bajak, burung- burung itupun berebut untuk menangkap dan menelannua.. Ikan, udang dan belut masih banyak ditemukan di sawah. Karena para petani tidak ada yg menggunakan peestisida, bahkan pupukpun mesti pupuk organik.
Ketika tanaman padi telah tertanam dan tumbuh menghijau, akanbterasa makin nikmat memandangnya dan menambah kekaguman dan ketakjuban hati kita kepada Sang Penciptanya,(Allah SWT).
Dan manakala, Padi telah menuning, hati terasa legawa memandangnya, karena optimis, bangsa ini tidak akan kekurangan pangan.
Disamping menghasilkan beras organik, petani juga tetap menjaga seluruh sumber air agar tetap lestari dan bebas dari cemaran bahan kimia. Dan sistem Subak tetap di jalankan secara penuh dan konsisten. Ini membuat pihak UNESCO menetapkannya sebagai Warisan Budaya Dunia. (Guntoro).



