Syiar Ramadhan ICMI di kegiatan SILAKWIL: Menebar Cahaya, Menggapai Keberkahan
Syiar
Ramadhan ICMI di kegiatan SILAKWIL: Menebar Cahaya, Menggapai Keberkahan
Denpasar,
2 Maret 2025 – Langit sore di Bali menjadi saksi syiar kebaikan yang penuh
makna. Selepas sholat Ashar, Syiar Ramadhan dibuka dengan penuh kekhidmatan,
menghadirkan keberkahan bagi anak-anak yatim, dhuafa, dan siswa berprestasi.
Acara
diawali dengan presentasi dari Pegadaian tentang Tabungan Logam Mulia, sebuah
program yang tidak hanya menawarkan investasi aman, tetapi juga menjadi solusi
bagi masyarakat untuk menabung dengan nilai yang terus bertambah. Di tengah
gempuran inflasi dan kebutuhan yang terus meningkat, menabung emas menjadi pilihan
cerdas untuk masa depan yang lebih terjamin.
Dompet
Sosial Madani: Menghadirkan Berkah bagi Sesama
Setelah
itu, hadirin disuguhkan tayangan video inspiratif dari Dompet Sosial Madani.
Sebuah perjalanan kepedulian yang telah mengalirkan keberkahan ke berbagai
penjuru negeri. Beasiswa pendidikan, bantuan sembako, hingga pelestarian
lingkungan dengan pengolahan limbah dan penanaman bakau telah menjadi bagian
dari misi mulia mereka. Tak sekadar memberi, tetapi juga mengangkat harkat dan
martabat sesama.
Tiga
Tingkatan Puasa: Bekal Menuju Ketaqwaan
Dalam
ceramah Ramadhan, Dr. Abu Siri menyampaikan pesan mendalam tentang tiga
tingkatan puasa yang dikutip dari kitab Ihya’ Ulumuddin karya Imam Al-Ghazali:
Puasa
Umum – Menahan diri dari makan, minum, dan hal-hal yang membatalkan.
Puasa
Khusus – Menjaga seluruh panca indera dari maksiat, bukan sekadar menahan lapar
dan dahaga.
Puasa
Khususul Khusus – Puasa hati, hanya menghadapkan diri kepada Allah, tanpa
tergoda oleh urusan dunia.
"Ramadhan
bukan sekadar menahan haus dan lapar, tetapi tentang bagaimana kita
membersihkan jiwa, menata niat, dan meraih derajat tertinggi di sisi
Allah," ujar Dr. Abu Siri dengan penuh kelembutan.
Tangis
Haru di Malam Berkah
Momen
paling menyentuh terjadi saat santunan diserahkan oleh Ketua LAZIS ICMI, H.
Imam Asrorie, dan Ketua ICMI Orwil Bali, Hj. Farida Hanum, kepada 21 anak
yatim, dhuafa, dan siswa berprestasi. Tangis haru pecah, bukan karena
kesedihan, melainkan karena doa-doa mereka yang selama ini terpanjatkan
akhirnya terjawab.
Seorang
anak berdiri dengan penuh keberanian. Dalam suaranya yang bergetar, ia
menyampaikan testimoni, menceritakan perjuangannya menggapai mimpi meski hidup
dalam keterbatasan.
"Dulu,
saya berpikir sekolah tinggi hanyalah mimpi. Tapi hari ini, saya percaya Allah
tidak pernah meninggalkan hamba-Nya. Terima kasih ICMI, LAZIS ICMI, dan semua
donatur. Semoga Allah membalas segala kebaikan ini.”
Wajah-wajah
polos itu bersinar dengan kebahagiaan yang tak dibuat-buat. Mereka bukan
meminta dikasihani, mereka hanya ingin hidup seperti anak-anak lainnya,
memiliki kesempatan yang sama, mengejar cita-cita tanpa terbebani oleh keadaan.
"Mereka
bukan tidak beruntung, mereka adalah kekasih Allah yang dititipkan kepada kita.
Jangan biarkan mereka berjalan sendirian. Mereka adalah kunci bagi kita menuju
surga-Nya."
Lomba
Ranking Satu: Ilmu yang Membawa Berkah
Acara
ditutup dengan Lomba Ranking Satu, sebuah perlombaan edukatif yang menguji
pengetahuan agama, mulai dari rukun sholat, zakat, hingga pemahaman tentang
puasa. Semangat para peserta begitu membara, berlomba menjadi yang terbaik.
Juara
1 mendapatkan hadiah Rp 300 ribu, Juara 2 Rp 200 ribu, dan Juara 3 Rp 100 ribu.
Hadiah ini diberikan oleh Hj. Mien Khalil, yang dengan tulus menggunakan uang
pribadinya untuk berbagi kebahagiaan.
Saat
hadiah diserahkan, tawa mereka pecah, penuh keceriaan dan kebahagiaan yang
begitu tulus. Kita yang menyaksikan pun ikut bahagia.
"Doa-doa
mereka tak bertabir. Tawa mereka bukan rekayasa. Mereka hanya ingin menjalani
hidup yang tidak bisa mereka pilih. Jangan tinggalkan mereka, karena di wajah
mereka ada pintu surga bagi kita semua.”
Malam
itu, hati semua yang hadir dipenuhi kehangatan. Syiar Ramadhan bukan hanya
sebuah acara, tetapi sebuah gerakan kepedulian yang nyata. Semoga langkah kecil
ini menjadi awal dari perubahan besar untuk mereka, dan untuk kita semua.
Mari
kita terus berbagi. Karena setiap kebaikan, sekecil apa pun, pasti akan kembali
kepada kita dalam bentuk keberkahan yang tak terduga



