Detail Artikel

Tabanan Hari Ini "Menghidang": Aneka Rasa Meriah Menjelang Tabligh Akbar Ustadz Wijayanto

Tabanan Hari Ini "Menghidang": Aneka Rasa Meriah Menjelang Tabligh Akbar Ustadz Wijayanto

Tabanan, 1 Mei 2025 — Gedung Olahraga (GOR) Debes, Tabanan, hari ini bagai dapur besar yang tengah sibuk menyusun hidangan istimewa. Menjelang acara utama Tabligh Akbar bersama Ustadz H. Wijayanto dari Yogyakarta malam nanti, beragam kegiatan digelar seperti rempah-rempah yang memperkaya cita rasa — membuat suasana tak hanya hidup, tetapi menggugah jiwa dan hati.

Aneka Rasa Lomba dan Semangat Peserta

Dari pagi hari, aroma semangat sudah tercium. Di bagian awal "resep acara", ada Lomba Hadroh Anak dan Dewasa. Sebanyak 9 grup anak-anak dan 15 grup dewasa dari berbagai penjuru Tabanan tampil membawakan syair-syair sholawat dengan irama merdu dan kompak — seperti sambal dan sayur yang saling melengkapi. Gemuruh rebana dan suara lantunan shalawat menjadi pembuka yang menggugah selera hati.

Tak kalah seru, area lomba mewarnai dipadati oleh siswa PAUD, TK, dan SD kelas 1 hingga 3. Warna-warni krayon mereka ibarat bumbu pewarna alami dalam olahan khas Bali — segar, ceria, penuh makna. Mereka menyajikan karya dengan kepolosan dan imajinasi yang justru menyentuh.

Di sudut lain, dapur betulan juga tak kalah panas: lomba memasak antar ibu-ibu majelis taklim. Dengan peralatan sederhana dan bahan lokal, mereka meracik masakan tradisional seperti lawar, urap, dan jajan Bali, menyulap GOR menjadi ajang kontes chef syar’i yang tak hanya menakar rasa, tapi juga keakraban.

Bazar, Cek Kesehatan, dan Suasana Hangat

Tak hanya hiburan dan lomba, kegiatan hari ini juga memberi sentuhan sosial: bazar murah menyediakan kebutuhan pokok dengan harga terjangkau. Ada juga bazar makanan khas lokal — dari klepon, tipat cantok, hingga es daluman — seolah menjadi dessert manis sebelum menu utama malam nanti.

Layanan cek kesehatan gratis pun digelar, sebagai pelengkap gizi rohani dengan kepedulian jasmani. Seperti jahe dalam wedang hangat, ia menenangkan, menyembuhkan.

GOR Debes: Panci Raksasa Rasa Persaudaraan

GOR Debes benar-benar menjadi "panci raksasa" yang menampung berbagai unsur masyarakat. Suasana sangat meriah, penonton bisa menyaksikan seluruh rangkaian dengan leluasa meski udara cukup panas. Namun, seperti masakan khas yang dimasak perlahan di atas api, rasa kebersamaan yang terhidang justru makin sedap — karena diaduk dengan cinta, kesabaran, dan ukhuwah.

Dan malam nanti, sajian utama akan disuguhkan: tausiyah dari Ustadz Wijayanto. Seperti kuah kaldu yang kaya setelah direbus lama, tausiyah beliau selalu memberi rasa — antara getirnya ujian hidup, manisnya iman, dan gurihnya tawa yang penuh hikmah.(Raden Alit) 

ARTIKEL TERKAIT

Kuliah di Stikom Bali

'