Detail Artikel

Talkshow Kesehatan HLUN 2025: Tangkal Demensia, Rawat Memori Lansia

Talkshow Kesehatan HLUN 2025: Tangkal Demensia, Rawat Memori Lansia

Denpasar, 15 Juni 2025 – Di balik semarak tari dan musik, satu sesi dalam peringatan Hari Lanjut Usia Nasional (HLUN) ke-27 di Sekolah Pelangi Dharma Nusantara tampil lebih hening, namun sangat menyentuh: Talkshow Kesehatan bertema “Mencegah Demensia, Merawat Memori”.

Dipandu dengan hangat oleh moderator yang juga Wakil Ketua II Lantipda Bali, L. Ida Bagus Purwasila, talkshow ini menghadirkan narasumber ahli yang sudah tidak asing lagi di dunia kesehatan lansia, DR. dr. I Gusti Putu Suka Aryana, S.Pd, K-Ger.


Obrolan Ringan, Ilmu Mendalam

Dengan gaya santai tapi sarat makna, dr. Aryana memulai pembahasan dari hal paling dekat: lupa meletakkan kacamata, lupa nama cucu sendiri, hingga lupa jalan pulang. Tapi beliau dengan cepat menekankan bahwa “lupa” itu bukan sekadar gejala usia, namun bisa menjadi tanda awal Demensia jika tak ditangani sejak dini.“Kuncinya: otak itu seperti otot. Harus dilatih, diajak berpikir, diajak senang,” ujar dr. Aryana sambil tersenyum.


Lansia Aktif, Lansia Hebat

Talkshow menjadi hidup ketika sesi tanya jawab dibuka. Delapan peserta dengan semangat maju ke depan: empat pria dan empat wanita, semua dengan pertanyaan cerdas dan penuh rasa ingin tahu. Mulai dari bagaimana mengenali gejala dini, hingga makanan apa saja yang bisa membantu mencegah kemunduran fungsi otak.

Moderator, L. I. B. Purwasila, dengan gaya jenaka menggoda para penanya:“Siapa tahu nanti yang sering lupa, ternyata lupa juga kalau pernah nanya,” ucapnya disambut tawa hadirin.


Ilmu Dapat, Hadiah Dapat

Sebagai bentuk apresiasi, delapan penanya terbaik diberi hadiah menarik oleh panitia. Tak hanya itu, mereka juga membawa pulang semangat baru untuk lebih aktif menjaga kesehatan mental dan otak.“Saya enggak nyangka, cuma tanya soal tidur malam malah pulang bawa hadiah dan ilmu,” ujar Ibu Rukmini, peserta asal Gianyar.


Lebih dari Sekadar Talkshow

Talkshow ini bukan hanya soal edukasi, tapi juga bentuk kepedulian nyata terhadap kualitas hidup lansia. Dengan sentuhan jenaka dan interaksi yang inklusif, HLUN 2025 menunjukkan bahwa lansia tetap berhak menjadi cerdas, bahagia, dan dihargai.“Kalau tubuh boleh menua, tapi pikiran dan semangat jangan dibiarkan keriput,” kata dr. Aryana menutup sesi dengan tepuk tangan meriah.


Talkshow yang membuka cakrawala, menumbuhkan kesadaran.

Ilmu yang dibungkus tawa, dan hadiah yang membungkus semangat.

Ditulis oleh: [Chef RAYD]

ARTIKEL TERKAIT

Kuliah di Stikom Bali

'