Detail Artikel

Tanwir II Pemuda Muhammadiyah Resmi Dibuka di Bali, Mengakar dan Bertumbuh untuk Indonesia Raya

Tanwir II Pemuda Muhammadiyah Resmi Dibuka di Bali, Mengakar dan Bertumbuh untuk Indonesia Raya

Di bawah langit senja Pulau Dewata, semangat kader muda Muhammadiyah menyala dalam denyut kebangsaan. Ballroom Four Points by Sheraton Ungasan, Jimbaran, Bali, Kamis (21/5/2026), menjadi saksi pembukaan Tanwir II Pemuda Muhammadiyah, forum permusyawaratan tertinggi kedua setelah Muktamar yang mempertemukan energi intelektual, spiritual, dan kebangsaan dalam satu panggung sejarah.

Acara yang berlangsung khidmat dan meriah itu dihadiri langsung oleh Wakil Presiden RI Gibran Rakabuming Raka, Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah RI sekaligus Sekretaris Umum Pimpinan Pusat Muhammadiyah Abdul Mu'ti, Wakil Menteri Perlindungan Pekerja Migran Indonesia Dzulfikar Ahmad Tawalla, pimpinan organisasi otonom Muhammadiyah, tokoh lintas iman, hingga ratusan kader Pemuda Muhammadiyah dari seluruh Indonesia.

Mengusung tema “Mengakar dan Bertumbuh untuk Indonesia Raya”, Tanwir II tidak sekadar menjadi agenda organisasi, tetapi juga ruang konsolidasi gagasan dan arah gerakan pemuda Islam berkemajuan di tengah dunia yang terus berubah.

Dalam sambutan pembukaannya, Ketua Umum Pimpinan Pusat Pemuda Muhammadiyah, Dzulfikar Ahmad Tawalla, menegaskan bahwa kader Pemuda Muhammadiyah harus dibangun di atas fondasi yang kokoh: basis sosial, basis keterampilan, dan basis intelektual.

“Perubahan tidak pernah lahir dari ruang yang nyaman. Ia lahir dari rakyat, dari akar rumput, dan dari lapangan,” tegasnya di hadapan peserta Tanwir.

Ia menekankan bahwa kader muda Muhammadiyah tidak cukup hanya memiliki moralitas yang baik, tetapi juga harus menguasai keterampilan kepemimpinan, teknologi, komunikasi publik, hingga kemampuan adaptasi di era kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI).

Dalam pidatonya yang sarat refleksi dan semangat kebangsaan, Dzulfikar juga menyampaikan pentingnya menjaga tradisi intelektual Muhammadiyah agar tetap hidup di tengah arus pragmatisme zaman.

“Knowledge is power. Ilmu pengetahuan adalah kekuatan. Tetapi intelektual tanpa akhlak sering kali melahirkan kesombongan,” ujarnya.

Sementara itu, Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah RI, Abdul Mu'ti, dalam amanatnya menyebut Pemuda Muhammadiyah sebagai salah satu kekuatan strategis bangsa yang telah lama membuktikan kontribusinya dalam sejarah Indonesia.

Ia menilai Tanwir II menjadi momentum penting untuk memperkuat peran generasi muda dalam menghadapi tantangan global, mulai dari krisis geopolitik, perubahan iklim, perang dagang, hingga disrupsi teknologi.

“Ini waktunya anak-anak muda saling bergandengan tangan. Pemerintah tidak bisa berjalan sendiri,” kata Abdul Mu’ti.

Menurutnya, bonus demografi yang sedang dihadapi Indonesia harus dijawab dengan peningkatan produktivitas dan kualitas sumber daya manusia. Karena itu, kader Pemuda Muhammadiyah dituntut menjadi generasi yang unggul secara intelektual, kuat secara moral, dan matang dalam kepemimpinan sosial.

Suasana pembukaan Tanwir II semakin semarak saat Wakil Presiden RI Gibran Rakabuming Raka hadir dan secara resmi membuka forum tersebut.

Kehadiran Gibran disambut antusias peserta Tanwir dan kader Pemuda Muhammadiyah dari berbagai daerah. Dalam momentum itu, Wapres menegaskan pentingnya kolaborasi antara pemerintah dan generasi muda dalam menghadapi masa depan Indonesia yang penuh tantangan.

Pembukaan resmi Tanwir II ditandai dengan prosesi simbolis dan tepuk tangan meriah seluruh peserta yang memenuhi ballroom hotel.

Di tengah dinamika sosial-politik nasional dan perubahan global yang semakin cepat, Tanwir II Pemuda Muhammadiyah di Bali menjadi lebih dari sekadar forum organisasi. Ia menjelma menjadi ruang perjumpaan gagasan, persaudaraan, dan harapan tentang masa depan Indonesia.

Dari Bali, suara kader muda Muhammadiyah kembali diperdengarkan: bahwa bangsa ini membutuhkan generasi yang tidak hanya cerdas dan terampil, tetapi juga berakar kuat pada nilai keislaman, kemanusiaan, dan kebangsaan.

Dan malam itu, di Pulau Dewata, sejarah kembali ditulis oleh anak-anak muda yang memilih untuk tetap berdiri di tengah zaman — mengakar, lalu bertumbuh, demi Indonesia Raya. . (RAYD) Donasi Suara Umat atas nama PT MEDIA SUARA UMAT. BANK BSI NO REK. 7326712967

 

ARTIKEL TERKAIT

Kuliah di Stikom Bali

'