“UMKM Berdaya di Tengah Perayaan: LazisMI ICMI Hadirkan Produk Sehat dan Ekonomi Kerakyatan di HUT Lantipda Gianyar”
“UMKM Berdaya di Tengah Perayaan: LazisMI ICMI Hadirkan Produk
Sehat dan Ekonomi Kerakyatan di HUT Lantipda Gianyar”
Gianyar — Tidak hanya menjadi ajang perayaan dan
refleksi, HUT ke-1 Lantipda
Kabupaten Gianyar juga menghadirkan denyut ekonomi kerakyatan
melalui kehadiran pelaku UMKM
binaan LazisMI ICMI. Beragam produk lokal ditampilkan,
memperkaya suasana sekaligus membuka ruang pemberdayaan ekonomi masyarakat.
Di sudut
area kegiatan, lapak-lapak sederhana namun penuh semangat menawarkan berbagai
produk unggulan. LazisMI ICMI
tampil dengan ragam produk kesehatan dan kebutuhan sehari-hari, seperti madu alami, sampo herbal, NAT Tea, pewangi
pakaian, hingga jahe merah seduh yang menjadi favorit
pengunjung.
Produk-produk
ini tidak hanya bernilai ekonomis, tetapi juga mengusung gaya hidup sehat dan
alami, sejalan dengan
semangat hidup berkualitas yang digaungkan dalam kegiatan tersebut.
Tak hanya
itu, variasi UMKM lainnya turut meramaikan suasana. Ada yang menjajakan minuman segar seperti es,
menghadirkan kesegaran di tengah cuaca hangat. Sementara itu, pelaku usaha
kreatif menghadirkan pakaian
thrift, yang tidak hanya terjangkau tetapi juga mendukung
konsep keberlanjutan.
Salah satu
yang menarik perhatian adalah kehadiran air
alkabes atau air alkaline yang disedekahkan, sebuah bentuk
kepedulian sosial yang berpadu dengan usaha. Ini menjadi simbol bahwa berbagi dapat berjalan seiring dengan
kegiatan ekonomi.
Di sisi
kuliner, aneka makanan ringan
seperti keripik, peyek, dan snack tradisional lainnya menjadi
daya tarik tersendiri. Aroma gurih yang menggoda seolah mengundang setiap
pengunjung untuk singgah. Tak ketinggalan, hadir pula minyak sasak, produk khas
yang menambah kekayaan ragam dagangan.
UMKM
bukan sekadar pelengkap acara, melainkan bagian penting dari ekosistem
pemberdayaan masyarakat,
yang memberi ruang bagi pelaku usaha kecil untuk tumbuh dan berkembang.
Kehadiran
UMKM dalam kegiatan ini menjadi bukti nyata bahwa Lantipda tidak hanya bergerak
dalam ranah sosial dan budaya, tetapi juga mendorong kemandirian ekonomi berbasis komunitas.
Lebih dari
sekadar transaksi jual beli, interaksi yang terjadi di setiap lapak
menghadirkan kehangatan. Penjual dan pembeli tidak sekadar bertukar barang,
tetapi juga berbagi cerita,
harapan, dan semangat untuk terus bertahan dan berkembang.
Di
tengah perayaan, UMKM hadir sebagai denyut kehidupan—menghidupkan ekonomi,
menguatkan kebersamaan, dan menegaskan bahwa kemandirian dimulai dari langkah
kecil yang konsisten.(RAYD)



