UMKM Rumah Omang-Omang dari Lombok: Pemberdayaan Anak Jalanan di Denpasar
SUARA UMAT, Denpasar, 11 Agustus 2024 - Dalam rangkaian acara Bulan Kebangsaan yang digelar oleh Yayasan Haji Denpasar, terdapat sebuah UMKM unik yang menarik perhatian banyak pengunjung. UMKM ini menjual Rumah Omang-Omang, sejenis kerang yang diambil dari Pulau Lombok, serta kandang hewan yang dibuat dari bahan plastik dan karet. Yang membuat usaha ini istimewa adalah keterlibatan anak-anak jalanan yang biasa mengamen di Denpasar.
Ibu Yulia, inisiator dari UMKM ini, memiliki visi mulia untuk memberdayakan anak-anak jalanan. Beliau mengajak anak-anak tersebut untuk bergabung dalam usaha ini, melatih mereka cara merawat dan memberi makan Omang-Omang, serta melibatkan mereka dalam proses produksi. Setiap anak yang ikut dalam kegiatan ini diberi upah harian sebesar Rp65.000, dengan jam kerja dari pukul 08.00 hingga 17.00 WITA.
"Harapan saya, kegiatan ini tidak hanya memberikan mereka penghasilan, tetapi juga bisa membekali mereka dengan keterampilan yang berguna di masa depan. Saya juga berharap agar ke depannya, ada sekolah SMP terbuka yang bisa memberikan mereka pengetahuan lebih lanjut, sehingga mereka tidak hanya bekerja tetapi juga mendapatkan pendidikan yang layak," ungkap Ibu Yulia.
Panitia acara, tersebut turut memberikan apresiasi dan mendukung penuh kegiatan mulia ini.
Dalam himbauan nya, dia mengajak para dermawan dan donatur untuk ikut serta membantu dan mendukung kegiatan yang diinisiasi oleh Ibu Yulia. "Saya mengajak semua pihak yang peduli untuk turut serta membantu kegiatan Ibu Yulia ini. Apa yang ia lakukan sangat mulia, dan kita semua memiliki tanggung jawab untuk mendukungnya," ujar salah satu pegiat sosial, juga sebagai ketua Laziswaf ICMI Bali, dan Redaksi Media Suara umat.
UMKM Rumah Omang-Omang ini tidak hanya menjadi bagian dari acara Bulan Kebangsaan, tetapi juga menjadi contoh nyata dari bagaimana pemberdayaan anak-anak kurang beruntung bisa diwujudkan melalui usaha kreatif dan edukatif. Diharapkan, kegiatan ini bisa terus berlanjut dan memberikan dampak positif yang lebih luas di masyarakat.yang sempat hj. Dian octi tersentuh karenanya.
UMKM Rumah Omang-Omang dari Lombok: Pemberdayaan Anak Jalanan di Denpasar
Denpasar, 11 Agustus 2024 – Dalam rangkaian acara Bulan Kebangsaan yang digelar oleh Yayasan Haji Denpasar, terdapat sebuah UMKM unik yang menarik perhatian banyak pengunjung. UMKM ini menjual Rumah Omang-Omang, sejenis kerang yang diambil dari Pulau Lombok, serta kandang hewan yang dibuat dari bahan plastik dan karet. Yang membuat usaha ini istimewa adalah keterlibatan anak-anak jalanan yang biasa mengamen di Denpasar.
Ibu Yulia, inisiator dari UMKM ini, memiliki visi mulia untuk memberdayakan anak-anak jalanan. Beliau mengajak anak-anak tersebut untuk bergabung dalam usaha ini, melatih mereka cara merawat dan memberi makan Omang-Omang, serta melibatkan mereka dalam proses produksi. Setiap anak yang ikut dalam kegiatan ini diberi upah harian sebesar Rp65.000, dengan jam kerja dari pukul 08.00 hingga 17.00 WITA.
"Harapan saya, kegiatan ini tidak hanya memberikan mereka penghasilan, tetapi juga bisa membekali mereka dengan keterampilan yang berguna di masa depan.
Saya juga berharap agar ke depannya, ada sekolah SMP terbuka yang bisa memberikan mereka pengetahuan lebih lanjut, sehingga mereka tidak hanya bekerja tetapi juga mendapatkan pendidikan yang layak," ungkap Ibu Yulia.
Panitia acara, tersebut turut memberikan apresiasi dan mendukung penuh kegiatan mulia ini.
Dalam himbauan nya, dia mengajak para dermawan dan donatur untuk ikut serta membantu dan mendukung kegiatan yang diinisiasi oleh Ibu Yulia. "Saya mengajak semua pihak yang peduli untuk turut serta membantu kegiatan Ibu Yulia ini. Apa yang ia lakukan sangat mulia, dan kita semua memiliki tanggung jawab untuk mendukungnya," ujar salah satu pegiat sosial, juga sebagai ketua Laziswaf ICMI Bali, dan Redaksi Media Suara umat.
UMKM Rumah Omang-Omang ini tidak hanya menjadi bagian dari acara Bulan Kebangsaan, tetapi juga menjadi contoh nyata dari bagaimana pemberdayaan anak-anak kurang beruntung bisa diwujudkan melalui usaha kreatif dan edukatif. Diharapkan, kegiatan ini bisa terus berlanjut dan memberikan dampak positif yang lebih luas di masyarakat.yg sempat hj. Dian octi tersentuh karenanya.



